Akromatik
achromatic
Ringkasan Singkat
Tanpa warna (rona) dan saturasi, seperti hitam, putih, atau abu-abu; juga merujuk pada lensa yang tidak mendistorsi warna.
Kata akromatik memiliki dua pengertian utama dalam sains dan persepsi. Pertama, dalam konteks warna, akromatik berarti tanpa rona (hue) dan tanpa saturasi. Warna akromatik hanyalah warna hitam, putih, atau berbagai tingkatan warna abu-abu. Ini berbeda dengan warna kromatik yang memiliki panjang gelombang tertentu yang kita persepsikan sebagai merah, biru, hijau, dan sebagainya. Persepsi akromatik sangat bergantung pada intensitas cahaya (luminansi) yang diterima oleh mata.
Kedua, dalam bidang optik, akromatik merujuk pada kemampuan lensa untuk membiaskan cahaya tanpa memecahnya ke dalam panjang gelombang penyusunnya (tanpa dispersi warna). Lensa akromatik dirancang untuk mengoreksi aberasi kromatik, sehingga objek yang dilihat melalui lensa tersebut tidak tampak memiliki bayangan pelangi di pinggirannya. Dalam psikologi persepsi, memahami perbedaan antara penglihatan kromatik (warna) dan akromatik (terang-gelap) penting untuk memahami cara kerja sel batang dan sel kerucut di retina.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Goldstein, E. B. (2014). Sensation and Perception.
- APA Dictionary of Psychology.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.